Pengertian Nikah Siri : Syarat, Tata Cara dan Hukum

Pengertian Nikah Siri : Syarat, Tata Cara dan Hukum – Saat beberapa orang punya niat merayakan pernikahannya dan membagikan momen hari bahagia itu ke semua orang lalu menunjukkan legalitas dan romantisme mereka sebagai pasangan suami istri, rupanya ada beberapa orang lainnya yang berpikiran tidak sama.

Sering juga ada pasangan lain justru memilih melakukan pernikahan mereka secara tertutup dan merahasiakannya dari banyak orang. Pasangan yang berpikir seperti ini tetap meresmikan pernikahannya melalui nikah siri.

Banyak alasan yang membuat pasangan lakukan nikah siri, dari mulai karena usia yang belum cukup seperti yang dianjurkan negara sampai permasalahan perekonomian.

Namun, perlu diketahui jika menikah siri pada prakteknya akan menyulitkan wanita di kemudian hari. Apabila terjadi sesuatu hal di rumah tangganya, perempuan tidak memiliki kekuatan hukum untuk menggugat dan menuntut hak mereka.

Kenyataannya masih banyak orang tidak mengetahui apa sebenarnya nikah siri, syarat nikah siri dan apa yang harus di persiapkan untuk melakukan suatu pernikahan siri.

Apabila ingin melakukan Nikah Siri, Anda bisa menggunakan Jasa Nikah Siri Semarang untuk yang bertempat di semarang dan sekitarnya.

1. Pengertian Nikah Siri

Apakah itu nikah siri ? Nikah siri merupakan wujud pernikahan yang dilakukan di bawah tangan berdasar ajaran agama atau tradisi istiadat dan tanpa pengakuan resmi dari hukum negara karena memang tidak tercatat di lembaga miliki negara. Saat sebelum benar-benar melakukan nikah siri, penting untuk memahami nikah siri lebih lanjut.

Kata siri sendiri datang dari bahasa Arab yaitu sirri atau sir yang berarti rahasia. Nikah siri dikatakan boleh-boleh saja secara norma agama, tapi berbeda hal bagi norma hukum.

Pernikahan siri tidak sah karena tidak tercatat di KUA (Kantor Urusan Agama).

READ  Peluang Usaha Sampingan Karyawan

Tidak semua orang memahami keutamaan mencatatkan pernikahan mereka di KUA. Masih kurangnya sosialisasi berkenaan pernikahan membuat sebagian orang mencari jalan lain dengan menikah siri.

Walaupun sebenarnya, dampaknya bukan hanya akan dialami oleh pasangan yang menikah siri, tetapi juga pada anak yang dilahirkan kelak.

2. Syarat melakukan nikah siri

Nikah siri dikatakan sesuai syariat Islam, namun hukumnya menjadi haram jika mendatangkan mudharat atau kerugian pada salah satu pihak.

Jika kamu memilih untuk lakukan pernikahan siri, lihat syarat berikut ini agar pernikahanmu sah sesuai syarat dan rukun nikah di dalam Islam. Berikut syarat nya :

  1. Ke-2 calon mempelai beragama Islam atau siap masuk Islam, mengucap syahadat saat sebelum menikah (akan diberikan surat keterangan masuk Islam).
  2. Apabila calon mempelai wanita berstatus janda, harus menunjukan surat cerai dan telah melewati masa idah. Tetapi jika tidak dapat memperlihatkan surat cerai karena ditinggal meninggal oleh suami, wali hakim akan meminta pengakuan lisan dari calon mempelai wanita akan statusnya.
  3. Pengakuan lisan ini mempunyai sifat mengikat, disaksikan oleh beberapa saksi dan calon mempelai pria, dan jadi tanggung jawab dari calon mempelai perempuan atas kebenarannya.
  4. Calon mempelai laki-laki belum memiliki 4 istri, sudah mempunyai penghasilan, berumur minimal 26 tahun.
  5. Ke-2 calon mempelai dapat menunjukan kartu identitas yang berlaku (KTP/Paspor) dan dengan foto yang jelas saat sebelum ijab qobul untuk memastikan jika pasangan yang akan dinikahkan adalah benar sesuai identitas yang dtunjukkan.
  6. Membawa dan memperlihatkan mahar/seserahan yang diberi saat ijab qobul.
    Khusus untuk wanita yang dapat dinikahi siri untuk jadi istri ke-2 , ke-3 atau ke-4, mintalah mahar yang sesuai keperluanmu. Tidak boleh sekedar menyerahkan diri untuk dinikahi melainkan pikirkan faktor penunjang hidupmu untuk menjamin kelancaran, ketenangan dan kelangsungan beribadah.
READ  Hello world!

Apabila persyaratan di atas telah dipenuhi, kamu perlu memerhatikan apa yang membuat nikah siri tak sah, salah satunya apabila tidak ada wali laki-laki dan 2 orang saksi laki-laki yang adil. Meskipun sekadar nikah siri, wali nikah harus mempunyai enam syarat seperti berikut ini : beragama islam, telah akil baligh, mempunyai sifat merdeka dan bukan hamba sahaya, baik laki-laki dengan sifatnya yang adil.

Perlu diketahui jika saksi dalam sebuah pernikahan adalah rukun niah yang perlu dipenuhi dalam proses akad nikah . Maka kehadiran seorang saksi dalam pelaksanaan akad nikah adalah hal yang mutlak diperlukan. Apabila tidak ada saksi, maka pernikahan dianggap tidak sah, sekalipun itu cuma nikah siri.

Penutup

Demikian artikel tentang Pengertian Nikah Siri : Syarat, Tata Cara dan Hukum. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca. Jika ada kesalahan mohon maaf, terima kasih.